<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: ahmadiyah tidak perlu dibela</title>
	<atom:link href="http://sibak.wordpress.com/2008/05/08/ahmadiyah-tidak-perlu-dibela/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sibak.wordpress.com/2008/05/08/ahmadiyah-tidak-perlu-dibela/</link>
	<description>memandang dunia (maya) dengan sebelah mata</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 03:28:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: indera keenam</title>
		<link>http://sibak.wordpress.com/2008/05/08/ahmadiyah-tidak-perlu-dibela/comment-page-1/#comment-1038</link>
		<dc:creator>indera keenam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 21:38:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sibak.wordpress.com/?p=115#comment-1038</guid>
		<description>Pelan tapi pasti, ajaran agama justru menjauhkan diri manusia sebagai kodrat yang independen dihadapan penciptanya, status sukma sebagai indikator “Yang Abadi” telah termarjinalkan oleh berbagai generalisasi dari ayat-ayat yang sebenarnya berorientasi pada hal-hal materiil. Budi telah menjadi hanya sekedar implementasi dari text book yang sebenarnya tidak mungkin bersenyawa dengan hakekat keabadian. Pada akhirnya ajaran agama telah menjadi semacam “to lie to public” selama berabad-abad peradaban manusia semenjak ajaran tersebut muncul.

Agama merupakan seperangkat justifikasi, sosial, politik, hukum, adat budaya, bahkan perkawinan, dan urusan makan-tidur, sehingga apapun yang dilakukan antar agama hanyalah sebatas pada tataran dunia, jika pun alasan yang digunakan untuk tujuan teologis, maka teologi dalam pengertian teologi keduniawian.

Sehinga pembelaan oleh agama apapun kepada ahmadiyah, atau sebaliknya, tidak akan membawa efek apapun terhadap &quot;status Ketuhanan&quot;. Jadi diakui ataupun tidak diakui pembelaan tersebut tetap pada taraf keduniawian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pelan tapi pasti, ajaran agama justru menjauhkan diri manusia sebagai kodrat yang independen dihadapan penciptanya, status sukma sebagai indikator “Yang Abadi” telah termarjinalkan oleh berbagai generalisasi dari ayat-ayat yang sebenarnya berorientasi pada hal-hal materiil. Budi telah menjadi hanya sekedar implementasi dari text book yang sebenarnya tidak mungkin bersenyawa dengan hakekat keabadian. Pada akhirnya ajaran agama telah menjadi semacam “to lie to public” selama berabad-abad peradaban manusia semenjak ajaran tersebut muncul.</p>
<p>Agama merupakan seperangkat justifikasi, sosial, politik, hukum, adat budaya, bahkan perkawinan, dan urusan makan-tidur, sehingga apapun yang dilakukan antar agama hanyalah sebatas pada tataran dunia, jika pun alasan yang digunakan untuk tujuan teologis, maka teologi dalam pengertian teologi keduniawian.</p>
<p>Sehinga pembelaan oleh agama apapun kepada ahmadiyah, atau sebaliknya, tidak akan membawa efek apapun terhadap &#8220;status Ketuhanan&#8221;. Jadi diakui ataupun tidak diakui pembelaan tersebut tetap pada taraf keduniawian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: faridfann</title>
		<link>http://sibak.wordpress.com/2008/05/08/ahmadiyah-tidak-perlu-dibela/comment-page-1/#comment-1036</link>
		<dc:creator>faridfann</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 15:16:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sibak.wordpress.com/?p=115#comment-1036</guid>
		<description>Ham juga bagian dari agama, agama tidak melulu berbicara teologis. dasar pijakannya untuk mengikuti konvoi ahmadiyah adalah UUD 1945 tetang kebebasan beragama didunia, maka sikap KWGI tersebut saya definisikan sebagai kepedulian terhadap HAM. kecuali MUI, memang sorotannya termasuk teologis juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ham juga bagian dari agama, agama tidak melulu berbicara teologis. dasar pijakannya untuk mengikuti konvoi ahmadiyah adalah UUD 1945 tetang kebebasan beragama didunia, maka sikap KWGI tersebut saya definisikan sebagai kepedulian terhadap HAM. kecuali MUI, memang sorotannya termasuk teologis juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ronsen</title>
		<link>http://sibak.wordpress.com/2008/05/08/ahmadiyah-tidak-perlu-dibela/comment-page-1/#comment-1035</link>
		<dc:creator>Ronsen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 15:01:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sibak.wordpress.com/?p=115#comment-1035</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;saya sekedar ingin bertegur sapa mengenai tulisan “Ahmadiyah Tidak Perlu di Bela”. bagi saya kepedulian umat Nasrani terhadap hal ini bukan atas respon Teologis tapi lebih pada solidaritas HAM. kalau seandainya kepedulian KWGI atas respon Teologis saya kira semua sepakat bahwa itu bukan lingkaran yang boleh dimasuki oleh pihak Non-islam. tapi kalau respon tersebut selain teologis bagi saya itu sangat SAH.&lt;/blockquote&gt;
sayangnya isu ahmadiyah ini lebih ke isu agama dari pada solidaritas ham. isu ajakan membunuh pengikut ahmadiyah malah tidak mendapat perhatian pemerintah. apa karena mereka takut sama fpi. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>saya sekedar ingin bertegur sapa mengenai tulisan “Ahmadiyah Tidak Perlu di Bela”. bagi saya kepedulian umat Nasrani terhadap hal ini bukan atas respon Teologis tapi lebih pada solidaritas HAM. kalau seandainya kepedulian KWGI atas respon Teologis saya kira semua sepakat bahwa itu bukan lingkaran yang boleh dimasuki oleh pihak Non-islam. tapi kalau respon tersebut selain teologis bagi saya itu sangat SAH.</p></blockquote>
<p>sayangnya isu ahmadiyah ini lebih ke isu agama dari pada solidaritas ham. isu ajakan membunuh pengikut ahmadiyah malah tidak mendapat perhatian pemerintah. apa karena mereka takut sama fpi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: faridfann</title>
		<link>http://sibak.wordpress.com/2008/05/08/ahmadiyah-tidak-perlu-dibela/comment-page-1/#comment-1034</link>
		<dc:creator>faridfann</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 14:47:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sibak.wordpress.com/?p=115#comment-1034</guid>
		<description>Salam Kenal Bang,
buka salam.
saya sekedar ingin bertegur sapa mengenai tulisan &quot;Ahmadiyah Tidak Perlu di Bela&quot;. bagi saya kepedulian umat Nasrani terhadap hal ini bukan atas respon Teologis tapi lebih pada solidaritas HAM. kalau seandainya kepedulian KWGI atas respon Teologis saya kira semua sepakat bahwa itu bukan lingkaran yang boleh dimasuki oleh pihak Non-islam. tapi kalau respon tersebut selain teologis bagi saya itu sangat SAH.
tutup salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Kenal Bang,<br />
buka salam.<br />
saya sekedar ingin bertegur sapa mengenai tulisan &#8220;Ahmadiyah Tidak Perlu di Bela&#8221;. bagi saya kepedulian umat Nasrani terhadap hal ini bukan atas respon Teologis tapi lebih pada solidaritas HAM. kalau seandainya kepedulian KWGI atas respon Teologis saya kira semua sepakat bahwa itu bukan lingkaran yang boleh dimasuki oleh pihak Non-islam. tapi kalau respon tersebut selain teologis bagi saya itu sangat SAH.<br />
tutup salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
